KLABATNEWS.COM, MANADO — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Manado akhirnya resmi mencabut peringatan dini tsunami untuk seluruh wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pada Senin (8/6/2026) pukul 11.15 WITA.

Sebelumnya, status siaga dan waspada tsunami sempat diberlakukan sejak pukul 07.37 WITA menyusul gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Mindanao, Filipina (tercatat 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung), yang guncangannya sangat terasa kuat di bumi nyiur melambai.

Kepanikan Warga dan Evakuasi ke Dataran Tinggi

Guncangan keras yang terjadi pada Senin pagi tersebut sempat memicu kepanikan luar biasa di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kepulauan Sangihe. Warga di sekitar dermaga hingga para Aparatur Sipil Negara (ASN) dilaporkan langsung berhamburan keluar ruangan.

Bahkan di Kecamatan Tabukan Utara, sesaat setelah peringatan dini tsunami berbunyi, warga langsung berbondong-bondong mengungsi ke area bukit dan dataran tinggi menggunakan sepeda motor maupun berjalan kaki dengan membawa perlengkapan seadanya.

Dampak dari guncangan besar ini juga dilaporkan mengakibatkan beberapa unit rumah warga di Kabupaten Sangihe mengalami kerusakan hingga roboh.

Dua Rumah Sakit Evakuasi Pasien ke Selasar

Dampak gempa tidak hanya dirasakan di area pemukiman. Di RSUD Liun Kendage Tahuna, para pasien dan tenaga medis sempat panik saat guncangan terjadi. Pihak manajemen rumah sakit bergerak cepat mengevakuasi seluruh pasien ke titik aman di luar gedung.

Hal serupa terjadi di Kota Manado. Manajemen RS Siloam Manado terpaksa mengevakuasi para pasien ke area lobi dan selasar rumah sakit. Sejumlah pasien pun terpaksa harus menjalani perawatan medis sementara di luar ruangan demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tercatat 11 Kali Gempa Susulan

Berdasarkan data yang dihimpun hingga pukul 09.00 WITA, BMKG mencatat telah terjadi aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak lebih dari 11 kali.

Meskipun peringatan dini tsunami kini telah resmi dicabut dan kondisi dinyatakan aman, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara tetap mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim di wilayah pesisir pantai, untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih bisa terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *