KLABATNEWS.COM, MANADO — Pasca-gempa dahsyat magnitudo 7,7 yang berpusat di Filipina dan mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gelombang tsunami ‘kecil’ atau minor mulai terdeteksi di tiga lokasi pengamatan pada Senin (8/6/2026) pagi.

Meskipun ketinggian gelombang anomali yang tiba masih tergolong kecil, yaitu berkisar antara 9 hingga 18 centimeter, masyarakat pesisir di wilayah Sulut dan Maluku Utara diminta untuk tidak menurunkan tingkat kewaspadaan mereka.

Tiga Titik Pesisir yang Mendeteksi Gelombang Tsunami

Dalam jumpa pers resmi pada Senin pagi, BMKG merilis tiga titik pantau yang telah mencatat adanya kedatangan gelombang tsunami minor, dua di antaranya berada di wilayah kepulauan Sulawesi Utara:

  1. Ulu Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.
  2. Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
  3. Kedi, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

BMKG Minta Masyarakat Tetap Patuhi Arahan Evakuasi

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengimbau seluruh warga di wilayah terdampak untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan dengan terus mengikuti instruksi dari petugas di lapangan.

“Kami meminta seluruh masyarakat untuk terus memantau atau mengikuti informasi yang diberikan oleh BMKG karena menurut pemodelan, ada beberapa wilayah yang dari sisi pemodelan akan siaga, tinggi tsunaminya berkisar antara Siaga dan juga Awas,” tegas Nelly Florida Riama dalam keterangan persnya, Senin pagi.

Pihak BMKG mengingatkan bahwa situasi masih terus dipantau secara ketat. Warga di area pesisir, terutama yang berada dalam zona status Siaga dan Waspada, diminta untuk tetap mematuhi arahan evakuasi yang berlaku dari pemerintah daerah dan BPBD setempat hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *