KLABATNEWS.COM, GORONTALO — Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menorehkan catatan membanggakan dalam ajang Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII yang digelar di Bumi Serambi Madinah, Provinsi Gorontalo. Kontingen Bumi Nyiur Melambai resmi dinobatkan sebagai rombongan daerah dengan jumlah peserta terbanyak dari seluruh Indonesia (di luar tuan rumah).

Prestasi ini disampaikan langsung oleh Penjabat Gubernur Gorontalo, H. Gusnar Ismail MM, saat membacakan laporan dan ucapan selamat datang di hadapan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. Pembukaan akbar ini berlangsung di lapangan GOR David-Tony, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada Jumat (19/6/2026).

“Tiga provinsi dengan jumlah peserta terbanyak, pertama yang terdaftar di panitia sebanyak 1.574 orang dari Sulut. Ini di luar tuan rumah Gorontalo,” ujar Gusnar Ismail disambut aplaus meriah.

Daftar 3 Besar Kontingen Terbanyak (Di Luar Tuan Rumah):

  1. Sulawesi Utara: 1.574 Peserta
  2. Sulawesi Tengah: 901 Peserta (dilaporkan masih ada 153 orang dalam perjalanan berburu tiket dari Palu).
  3. Kalimantan Timur: 657 Peserta (bahkan sudah mencuri start berdatangan sejak bulan lalu menggunakan jalur udara dan kapal laut).

Secara keseluruhan, total peserta yang memadati gelaran Penas Petani dan Nelayan XVII kali ini menembus angka sekitar 13 ribu orang, yang datang dari sabang sampai merauke.

Kisah Unik Perjuangan Peserta Menuju Gorontalo

Dalam sambutannya, Gusnar Ismail juga membagikan sederet cerita unik dan menyentuh mengenai perjuangan luar biasa para peserta untuk bisa sampai ke lokasi Penas.

Salah satunya adalah kontingen asal Jambi yang harus terbang dulu ke Jakarta, lalu menyambung jalur darat menggunakan kereta api menuju Surabaya, sebelum akhirnya bertolak menggunakan kapal laut ke Gorontalo.

Cerita tak kalah menarik datang dari kontingen tanah Papua. Akibat cuaca buruk saat penerbangan rute Jayapura menuju Manado, pesawat yang mereka tumpangi terpaksa dialihkan dan langsung mendarat darurat di Gorontalo. “Ini sengsara yang membawa nikmat. Terima kasih saudara-saudara kami dari Papua,” ucap Gusnar dengan nada kelakar.

Gubernur juga memberikan apresiasi tinggi kepada perwakilan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) wanita asal Aceh, yang tercatat menunjukkan loyalitas luar biasa dengan tidak pernah absen mengikuti ajang Penas sejak peristiwa tsunami melanda daerah mereka.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *